Rabu, 25 Februari 2009

CARA KERJA OTAK BAYI

Otak bayi anda bekerja berdasarkan prinsip TEFCAS, yang dapat dipakai untuk semua pembelajaran yang akan dilakukan bayi sepanjang hidupnya.

Trial (percobaan). Bayi pada awalnya mencoba segala sesuatu sebelum paham semuanya. Contohnya belajar berjalan. Dalam seni dan ilmu belajar berjalan, bayi akan melalui ratusan ribu sampai berjuta-juta percobaan sebelum akhirnya berhasil. Tanpa percobaan dan resiko yang menyertainya, tidak ada pembelajaran yang pernah terjadi. Bayi memang sudah dirancang sebagai seorang pengambil resiko

E untuk Event (peristiwa). Ketika bayi mencoba, terjadilah peristiwa. Setiap percobaan bisa memunculkan berjuta-juta peristiwa yang berbeda, namun pada akhirnya hanya memunculkan satu peristiwa utama. Misal: bayi yang akan belajar berjalan tadi mencoba berdiri dengan berpegangan pada pinggir taplak meja. Dalam usahanya agar tetap bisa berdiri, ia telah menarik seluruh taplak meja, menjatuhkan barang-barang diatasnya dan bunyi gaduh. Inilah yang disebut peristiwa.

F (feedback) adalah respon yang diberikan alam kepada bayi sebagai akibat dari percobaan dan peristiwa. Umpan balik mengalir melalui indra dalam bentuk penglihatan, suara, aroma, rasa atau sentuhan. Dalam hal diatas : bayi sudah mendengar bunyi alat makan jatuh, melihat benda-benda jatuh dengan taplak meja, merasakan ketidakstabilan yang tiba-tiba, merasakan bumi yang memberi peringatan lembutnya melalui suara benturan perlahan di pantatnya, bahwa berpegang pada suatu yang tidak kokoh saat mencoba belajar berdiri bukanlah gagasan yang terbaik!

C (Check). Setelah menerima semua umpan balik, otak bayi yang berkembang dengan pesat akan mendaftarkan berjuta-juta bit data yang baru saja diterimanya dan akan memeriksanya melalui semua percobaan dalam proses pembelajaran terdahulu, dan membandingkannya dengan tujuan yang hendak dicapainya.

Atas dasar ini, ia akan:

A (adjust) = menyesuaikan perilakunya, untuk mencapai tujuannya S (succeed) = berhasil. Ia harus berhasil mencapai tujuannya!

Setelah menyelesaikan proses TEFCAS, yang kadang dapat terjadi dalam hitungan detik, atau bahkan berhari-hari), bayi akan mulai seluruh proses itu kembali dan mulai melakukan percobaan berikutnya.
Mengamati dan membantu proses ini merupakan hak istimewa ANDA sebagai orangtua!

Apa yang dapat anda lakukan :

Amati proses berlangsungnya TEFCAS dalam setiap hal yang dipelajari si kecil, termasuk berjalan, membongkar mainan, berbicara, sosialisasi, dll.
Pastikan tidak ada rasa takut gagal dalam proses belajar si kecil.Orang tua yang setiap saat berkata hati-hati tidak akan membantu anak merasa aman.

Sumber : Tony Buzan “Brain Child”

Selasa, 24 Februari 2009

MEMILIH BUKU BACAAN UNTUK ANAK

Mengenalkan anak dengan buku sedini mungkin merupakan cara untuk membentuk kebiasaan cinta buku dan membaca. Meskipun pada saat itu dia belum bisa membaca. Berikut adalah beberapa tips dari para guru dan orangtua bagaimana caranya memilih buku bacaan yang tepat untuk bayi atau balita.

1. Pilih buku dengan ilustrasi gambar yang full color.

Bagi anak, sebuah gambar bisa berarti ribuan makna. ‘picture means thaousand of word.’ Warna yang menarik, membuat mata anak suka melihatnya dan mengembangkan kemampuan imajinasinya. ]

2. Cari topik yang disukai anak

Bertanyalah kepada anak, apa yang sekarang disukainya, apakah ia senang belajar tentang binatang, atau tanaman, atau tertarik dengan cerita antariksa, atau ingin mendengarkan dongeng putri salju, atau ingin tahu bagaimana caranya robot dibuat. Anak punya banyak sekali ide di kepalanya. Banyak peristiwa yang sederhana bagi kita tapi menarik untuk anak.

3. Poem and Rhymes

Adalah buku yang berisi tentang sajak dan lirik lagu yang bisa dinyanyikan bersama sambil kita membacanya.

4. Buku yang bisa dimanipulasi.

Adalah buku yang bisa kita utak-atik, seperti buku pop-up, berbelah dua, ada jam berputar di dalamnya, ada jendela yang bisa dibuka, dsb. Ini akan melatih motorik halusnya juga

5. Buku favorit ketika kita kecil.

Pasti sebagian kita masih mengingatnya sampai sekarang. Kenapa tidak mencoba menunjukkannya pada anak kita ? ..jika bukunya masih ada Atau paling tidak menceritakannya dan mencoba mencarinya. Ide-ide cerita klasik tidak pernah membosankan.

6. Aman untuk dieksplorasi

Untuk bayi,buku terbuat dari bahan yang tidak toksik, aman kalau digigit2. Sisi ujung buku tidak tajam. Lebih baik kalau hard cover dan hard pages.

Mengekplorasi buku adalah bagian dari proses belajar juga (TEFCAS –red) Jadi jangan salahkan anak kalau suka merobek buku. Berikan dia media lain untuk dirobek, seperti majalah bekas atau koran. Seiring dengan bertambahnya usia, anak akan semakin menghargai buku (selama ortu-nya memberi contoh yang benar, seperti tidak memukul dengan buku atau kipas2 dengan buku kalau panas

KAPAN ANAK MULAI BELAJAR MEMBACA ?

Otak manusia memang unik, semakin banyak diisi, semakin banyak yang ditampungnya. Antara usia 9 bulan dan 4 tahun, kemampuan untuk menyerap informasi tak ada bandingannya, dan anak-anak usia ini mempunyai keinginan belajar yang paling besar seumur hidupnya.

Kapan tepatnya seorang bisa diajar membaca? Tidak ada batasan yang jelas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Glenn Doman dan tim nya- para ahli di bidang kedokteran dan psikologis anak- :
- Anak berusia 4 tahun lebih mudah belajar membaca dibandingkan anak usia 6 tahun.
- Anak berusia 3 tahun lebih mudah belajar membaca dibandingkan anak usia 4 tahun.
- Bayi dan anak usia 1-2 tahun bisa belajar membaca dengan sangat mudah dan mereka
menyukainya!
Semakin muda usia anak, semakin mudah baginya untuk belajar membaca.Membaca bukanlah mata pelajaran seperti ilmu pengetahuan, tetapi adalah suatu fungsi otak seperti melihat atau mendengar.

Menurut Dr. Leon Eisenberg, psikolog anak dari Hopkins University, otak seorang bayi ibarat sebuah komputer, semakin banyak input yang dimasukkan, semakin baik dan semakin banyak outputnya. Ini artinya, bila bayi diberi kesempatan yang banyak untuk “memprogram” otaknya yaitu dengan memberi masukan sensorik dan motorik maka kecerdasannya akan jauh berkembang.

Jadi, mengapa harus menunggu sampai usia 5 tahun baru mengajarkan anak membaca?Itu sudah sangat terlambat!

TANAMKAN MINAT BACA PADA ANAK

"Buku adalah jendela dunia". Hal ini menggambarkan pentingnya membaca untuk menambah wawasan kita, tetapi tidak jarang kita jumpai orang yang tidak suka membaca. Hal ini bukanlah hal yang tidak dapat dicegah, karena orangtua dapat membangkitkan minat baca anak dengan cara membacakan cerita.
Bahkan, kegiatan ini merupakan hal terbaik yang dapat diberikan orangtua kepada anak. Ungkapan ini tidak berlebihan, karena 90 persen kualitas otak anak dipengaruhi saat anak berusia nol sampai 3 tahun, sehingga periode ini disebut dengan periode emas. Maka, orangtua hendaknya membantu anak semaksimal mungkin pada periode ini agar perkembangan intelektual dan emosional maksimal. Salah satu hal yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan membacakan cerita sejak dini untuk anak, bahkan sejak dalam kandungan karena ada banyak manfaat yanng bisa diperoleh dengan melakukannya.
Membaca adalah kemampuan yang terpenting bagi seseorang, karena dapat membuka wawasan terhadap banyak pengetahuan. Jutaan anak yang menghabiskan waktu di depan televisi ataupun video game sering gagal untuk meningkatkan kemampuan membaca mereka. Sehingga mereka gagal mempelajari banyak hal yang berharga. Hasil penelitian menunjukkan banyak pelajar SMA bahkan perguruan tinggi yang tidak sanggup membaca pada tingkat paling dasar agar sukses dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca harus mulai dikuasai seorang anak sejak dini. Mengajar anak untuk membaca adalah tugas utama yang penting.
Banyak orang tua berpikir bahwa pendidikan anak dimulai ketika anak mereka masuk sekolah setidaknya pada saat anak mereka masuk play group dan taman kanak-kanak. Namun fakta menunjutkkan bahwa sesaat setelah bayi lahir, otak bayi mulai berfungsi penuh dan siap menyerap semua informasi untuk digunakan kemudian oleh bayi tersebut. Karena itu, mulailah proses pengajaran sejak kelahiran. Buanglah pemikiran bahwa pengajaran dan pendidikan hanya bisa dilakukan oleh guru di sekolah atau mereka yang ahli dalam bidang pendidikan formal. Penelitian yang mendalam tentang hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dan keahlian seorang anak dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan, seperti belajar berbicara dan belajar membaca, bergantung pada banyaknya interaksi mula-mula secara alamiah antara bayi dan orang tuanya, serta kemampuan orang tua untuk membantunya mulai belajar secara mandiri.
Orang tua berperan aktif untuk membantu anak mereka yang masih kecil untuk menguasai kemampuan membaca agar terhindar dari masalah di kemudian hari dalam pendidikan di sekolah. Hal ini bisa dimulai dengan cara sederhana dan membuatnya sebagai bagian dari rutinitas dalam kehidupan seorang anak. Dengan demikian dia dapat menguasai kemampuan membaca bahkan sebelum memasuki sekolah.

Kapan Mulai Mengajar Membaca?

Saat yang paling tepat untuk memulai adalah sedini mungkin. Saat bayi lahir, cobalah mulai berbicara kepada bayi Anda. Ingatlah bahwa ia sedang belajar suatu "bahasa asing" sehingga membutuhkan semua bantuan yang dapat Anda berikan. Kata-kata penuh kasih sayang serta semua komunikasi lisan tidak hanya meyakinkan rasa sayang Anda kepada sang bayi, namun juga secara tetap tentu memperkenalkan kepadanya bahasa asing yang sedang ia pelajari.
Pada proses pertama, sang bayi hanya akan mempelajari dari suara saja dan ini bisa berlangsung sejak kandungan. Kemudian ketika ia mulai bisa melihat lingkungan sekelilingnya, Anda dapat menggunakan alat bantu visual misalnya mainan yang dapat membuatnya belajar sekaligus bisa bermain. Namun yang terbaik, Anda dapat menggunakan alat bantu yang membantunya belajar membaca sekaligus membuatnya terhibur.

Cara Mengajar Membaca untuk Anak sejak Dini

Mulailah dengan menunjukkan satu atau dua huruf yang berwarna cerah. Perangkat seperti ini banyak tersedia di toko buku atau mainan anak (Erlangga menerbitkan kartu Huruf). Gunakan huruf-huruf ini sebagai mainan bagi sang bayi, namun Anda dapat sedikit menekankan kepada sang bayi dengan menyebutkan nama huruf tersebut kepadanya setiap kali ia mengamati huruf tersebut. Tambahlah satu huruf secara per lahan seraya ia semakin bertumbuh. Seraya waktu berjalan, ia akan mulai dapat mengidentifikasi banyak huruf meski belum mampu mengucapkannya.
Setelah sang anak mengetahui semua huruf, maka tahap selanjutnya adalah memperkenalkan huruf-huruf tersebut pada urutan yang tepat. Di Indonesia kebiasaan membaca adalah dari kiri ke kanan. Maka susunlah huruf-huruf tersebut dari kiri ke kanan. Ketika ia sudah mulai berbicara, mintalah ia menyebutkan huruf-huruf tersebut dengan urutan dari kiri ke kanan.
Setelah seorang anak mengenali semua huruf, mulailah dengan mulai mengajarkan mengenal kata. Salah satu cara terbaik adalah dengan memperkenalkan namanya. Misalnya dengan menyusun huruf-huruf yang membentuk namanya. Lalu orang tua mengucapkan susunan huruf-huruf tersebut serta namanya. Ketika ia mulai lancar mengucapkan namanya, tambahkan kata lain yang mudah dimengerti seperti papa, mama, atau kata lainnya. Lakukan semua hal tersebut dalam kondisi santai dan juga dalam suasana bermain.
Selain itu, Anda juga dapat membacakan sebuah cerita dalam buku yang memiliki gambar dengan warna yang cerah. Sang anak akan lebih terbiasa membaca jika Anda sering membacakan buku yang menarik kepada anak Anda yang masih kecil. Dengan demikian ia akan semakin mengerti bahwa huruf-huruf tersusun menjadi kata yang memiliki ucapan dan arti tersendiri.
Agar kegiatan ini tidak membosankan, hendaknya saat membacakan cerita dilakukan dengan seekspresif mungkin. Gunakan intonasi suara sesuai karakter tokoh yang ada. Anda juga dapat menggunakan bahasa tubuh yang sesuai aatau melakukan efek drama seperti tertawa, berbisik, menjerit atau merengek untuk membuat anak berimajinasi.
Karena selera anak bisa berbeda, maka bila Anda hendak membeli sebuah buku, libatkan anak untuk memilih buku yang disukainya. Ini tentu dapat dilakukan ketika anak Anda sudah mengerti dan cukup umur untuk menentukan pilihannya. Selanjutnya, tugas Anda sebagai orangtua adalah menyeleksi buku yang dipilih anak apakah sesuai dengan usianya.
Waktu yang paling baik untuk membacakan buku adalah saat anak menjelang tidur. Sisihkan 15 menit sampai 20 menit untuk mebacakannya karena pada saat inilah daya ingat anak semakin kuat.

Manfaat Membacakan Cerita untuk Anak
Karena itu, bagaimana cara mengajarkan anak agar berminat untuk membaca? Caranya adalah dengan membacakan cerita sejak mereka lahir bahkan semenjak di kandungan.
Beberapa manfaat membacakan cerita untuk anak antara lain:

Menanamkan kecintaan anak untuk membaca buku. Dengan gemar membaca buku tentu akan menambah pengetahuan anak dan dapat menjadikannya manusia yang berkualitas di masa depan.

Membuat anak menjadi lebih tenang dan nyaman.Karena suara orangtua sudah biasa didengar sejak dalam kandungan, maka ketika mendengar suara Anda setelah anak lahir membuatnya merasa tidak sendirian, sehingga anak merasa lebih nyaman.

Membantu anak mengenal kata dan kalimat.Ketika orangtua membacakan cerita, anak akan mendengar kata yang Anda ucapkan. Hal ini akan menambah perbendaharaan kata yang dimilikinya, membantunya mengenal arti kata dan kalimat. Anda juga dapat menerangkan arti suatu kata yang kelihatannya asing atau belum diketahui artinya.

Menyampaikan pesan moral untuk anak.Buku-buku yang dikhususkan untuk anak, biasanya berisi pesan moral yang hendak disampaikan sehingga dapat menjadi media untuk memberitahu anak apa hal baik dan buruk yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

Meningkatkan hubungan emosional orangtua dan anak.Membacakan cerita dapat membuat anak merasa diperhatikan. Anda juga dapat membacakan cerita dengan memeluk atau bersentuhan secara fisik sehingga anak merasa disayangi.

Jadi, jangan lupa bacakan cerita untuk anak Anda malam ini.
sumber : kumpulan.info

MENDIDIK ANAK CERDAS DAN BERBAKAT

Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.
Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?
Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya? Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik. Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.
9 Jenis Kecerdasan
Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya):
- Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata
- Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi
- Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama
- Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak
- Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung
- Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain
- Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri
- Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar
- Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta
alam semesta
Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri. Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.
Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.
Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.
Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

Oleh: Dr. Andyda Melialasumber : info.balitacerdas.com

Jumat, 20 Februari 2009

AGEN BUKU ERLANGGA

Salam Hangat,

Bagi pecinta buku, tentu sudah mengenal ERLANGGA sebagai salah satu penerbit nasional yang banyak melahirkan buku , baik buku pelajaran , buku umum dan buku anak. Kami adalah salah satu agen dari Erlangga Direct Selling (EDS) ingin membantu anda dalam memperoleh buku-buku terbitan ERLANGGA yang dapat anda lihat di website http://www.erlangga.co.id/ .
Bagi anda yang tidak sempat ke toko buku, kami dapat membantu anda memperoleh buku yang diinginkan langsung dari penerbit ERLANGGA dalam 1-2 hari setelah pemesanan, untuk wilayah Jakarta dan selambat-lambatnya 1 minggu bagi yang berada di luar Jakarta.
Untuk memudahkan anda memperoleh daftar judul dan harga buku kami dapat mengirimkannya melalui email anda dengan mengirimkan permohonan permintaan daftar buku dengan kriterianya : buku umum, perguruan tinggi, SD, SLTA, SMP, TK, anak ke alamat email : mitranda07@yahoo.co.id atau melalui komentar dalam blog ini. Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau sudah mempunyai pilihan buku yang anda pesan silakan menghubungi kami di 021-98769344 atau 081310514455.

Terima kasih atas kepercayaaan anda.

Hormat Kami,


Ttd

IMADUDDIN
Agen EDS

KARTU HURUF, KARTU ANGKA, KARTU VOCABULARY, KARTU BENTUK DAN WARNA





Bagi orangtua muda yang ingin memberikan pengajaran kepada putra-putrinya yang masih balita dapat memesan berbagai macam kartu yang diterbitkan oleh ERLANGGA yang dapat membantu orangtua sebagai alat peraga dalam mengajarkan anak megenal huruf, angka, bentuk dan warna, bahasa, dan berbagai macam kartu lainnya



KARTU BENTUK DAN WARNA


Pengarang: Tim EFKTahun: 2008 ISBN: Price: Rp.41.300 (including 0 % tax)


Sinopsis:
Dalam kotak ini terdiri atas dua jenis kartu, yaitu kartu bentuk dan kartu warna. Kartu bentuk dan kartu warna ini mudah digunakan, asyik dan menyenangkan untuk dimainkan oleh anak-anak prasekolah /TK. Kartu ini sangat baik untuk membantu belajar mengenal bentuk dan warna dalam kehidupan sehari-hari

KARTU ANGKA



Pengarang: Tim EFKTahun: 2008 ISBN: Price: Rp.44.820 (including 0 % tax)


Sinopsis:
Dalam kotak ini berisikan kartu, yang memperkenalkan angka kepada anak-anak, dengan perhitungan sederhana benda yang ada disekitar anak. Mudah digunakan, asyik dan menyenangkan untuk dimainkan oleh anak-anak prasekolah /TK. Kartu ini sangat baik untuk membantu belajar mengenal angka dalam kehidupan sehari-hari


VOCABULARY CARD


Pengarang: Tim EFKTahun: 2008 ISBN: Price: Rp.41.300 (including 0 % tax)

Sinopsis:
Dalam kotak ini berisikan kartu, yang memperkenalkan bahasa Inggris dan artinya kepada anak-anak, dengan kata sederhana benda yang ada disekitar anak. Mudah digunakan, asyik dan menyenangkan untuk dimainkan oleh anak-anak prasekolah /TK. Kartu ini sangat baik untuk membantu belajar mengenal bahasa Inggris secara dini dalam kehidupan sehari-hari

KARTU HURUF


Pengarang: Tim EFKTahun: 2008 ISBN: Price: Rp.44.820 (including 0 % tax)

Sinopsis:
Dalam kotak ini berisikan kartu, yang memperkenalkan huruf kepada anak-anak, dengan pengenalan suku kata dan kata dari benda yang ada disekitar anak. Mudah digunakan, asyik dan menyenangkan untuk dimainkan oleh anak-anak prasekolah /TK. Kartu ini sangat baik untuk membantu belajar mengenal huruf dalam kehidupan sehari-hari